Cara Berkebun Alpukat Secara Hemat











Beberapa minggu lalu saya berkunjung ke mas Zaki, seorang pembibit alpukat dari Blitar. Ada yang menarik dari diskusi dengan mas Zaki, yang saat ini memiliki 5 lahan pembibitan di daerah Kademangan Blitar.

Setelah bincang-bincang, mas Zaki memberikan beberapa saran pada saya, yang menurut saya layak kita pertimbangkan para pekebun, apalagi dengan modal yang sangat terbatas.

Berikut ini poin tips & tricknya :

1. Tanam Saat Bibit Besar
Jangan tanam bibit alpukat saat batang masih hijau, karena angka kematian sangat tinggi saat masih mudah dan akar belum kuat langsung dikebunkan.

2. Karantina Dulu Baru Dikebunkan
Agar hemat, karantina bibit sampai bibit menjadi dongkelan, atau bibit yang cukup besar dengan ketinggian diatas 1 meter dalam satu lokasi. Teknik ini akan menghemat biaya operasional awal kebun.

Bayangkan jika ditanam pada saat masih kecil dengan luas 1 hektar misalnya, berapa ongkos pemupukan dan penyiraman dilahan. Nah, ini bisa disiasati saat dibesarkan dalam polibag karantina.

3. Pilih Kualitas Bibit yang Sudah Teruji
Jangan berspekulasi dengan bibit murah, tapi pikirkan kualitas bibit dahulu. Akan sangat merugikan jika dikemudian hari dikebunkan dalam tempo 2-3 tahun, dan ternyata setelah berbuah tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Setidaknya 3 hal diatas, tips yang bisa diterapkan agar tidak berujung pada kerugian, mengingat berkebun buah adalah investasi jangka panjang.

Pusat Riset Alpukat : Misi yang Belum Selesai









Banyak orang baik yang kita kenal disekeliking kita. Memiliki visi besar yang manfaatnya berdampak bagi orang banyak. 

Dia telah menggoreskan visinya, menjakankan melalui eksekusi untuk mencapai misi tersebut dengan kesungguhan. Namun apadaya, saat menjalankan misi tersebut, Allah menjemputnya begitu cepat dan mendadak.

Kadang seringkali berpikir, kenapa banyak orang baik dipanggil duluan...

***

Pagi ini, memang saya agendakan khusus untuk berkunjung kepada penelitian buah yang dikelola oleh Dr. Wahyu yang terletak di Lembang. Ndak jauh dari rumah, saya ajak istri sama anak-anak sekalian ngabuburiet.

Setelah satu jam perjalan ke Lembang via Dago, sampailah saya di Nabila Farm, sebuah kebun riset seluas 3 hektar. Saat saya sampai disana, gerbang ditutup, padahal menurut google harusnya buka. Karena saya kesana memang tidak ada konfirmasi dahulu.

Dr. Wahyu adalah salah satu pensiunan mantan Direktur PTPN VIII yang mendedikasikan waktunya untuk meneluti hidroponik, sayuran dan buah-buahan serta kambing dan domba. Dilahan seluas 3 hektar melakukan penelitian serius dengan menguji berbagai varietas tanaman yang kemudian dikebunkan dan sebagian bibit didistribusikan.

Kenapa saya mampir kesana, salah satunya mau belajar bertani khususnya alpukat. Ada hampir 70-an alpukat unggul yang sedang diteliti, diantara alpukat introduksi seperti hass, reed, pinkerton dan lainnya.

Saat saya sampai disana, disambut hangat teh Era, salah satu karyawan kepercayaannya. Seperti biasa ngobrol masalah tanaman kesana kemari...

Betapa kagetnya saat saya tanyakan bagaimana kabar pak Wahyu. Dengan nada lirih teh Era menyampaikan, bahwa pak Wahyu sudah wafat tahun lalu karena covid dan dimakamkan di pesantren binaannya di Cimahi.

Saya turut kaget, rupanya berita tersebut tak pernah saya dengar.

***










Bersama teh Ira saya ngobrol banyak, apa sebenarnya misi pak Wahyu sampai meninggalkan jabatan dirutnya. Beliau menyampaikan, pak Wahyu memang gemar dengan tanaman. Ingin sekali tanaman di Indonesia bisa berkualitas dan memberi kesejahteraan. 

Beliau adalah orang yang gemar sharing kepada siapapun. Saya lihat ruang sharingnya yang biasa didatangi mahasiswa, PKL dan praktisi pertanian. Beliau gemar berbagi hasil eksperimen bertani sayur dan buahnya kepada siapapun.

Namun rencana Allah berbeda dengan rencana manusia. Teh Era menjelaskan, bahwa pak Wahyu telah mengeksekusi 20 persen rencananya, dan Allah memanggilnya, dan menyisakan 80 persen kepada penerusnya.

Begitulah sepenggal kisah, manusia bisa merencanakan secanggih dan serapi mungkin, tapi kemudian harus tunduk kepada rencana yang maha memiliki rencana. Semoga amal dan niat beliau dicatat sebagai amal kebaikan.

Sejarah Alpukat Hass dan Keunggulannya









Siapa tidak kendal dengan alpukat Hass, sebuah alpukat yang hari ini paling banyak diproduksi di dunia. Alpukat Hass adalah alpukat yang paling diminati khususnya di Amereika Utara dan Eropa. Dilihat dari bentuknya, alpukat Hass selayang pandang kurang menarik, bentuknya kecil dan kulitnya berbintik kasar. Namun setelah orang merasakan lezatnya alpukat Hass, maka mereka akan jatuh cinta.

Alpukat Hass diluar negeri banyak dikebunkan didataran rendah sampai tinggi, namun untuk kondisi di Indonesia alpukat Hass lebih cocok dikebunkan didataran tinggi dengan ketinggian 1.000 mdpl. Dalam perkembangan terakhir, kecocokan alpukat Hass bukan pada tingkat ketinggian, tetapi lebih pada perbedaan suhu siang - malam yang ekstrem dengan angka sekitar 15 derajat celcius. Artinya, alpukat Hass bisa dikebunkan di dataran rendah dengan syarat ada perbedaan suhu siang malam berkisar 15 derajat.

Alpukat Hass hari ini banyak dikebunkan di Meksiko, Chile dan Amerika Serikat, bahkan hari ini sudah menyebar dalam sekala industri di Afrika mulai dari Afrika Selatan dan Kenya. Salah satu yang menyebabkan penyebarannya yang cepat adalah tingkat permintaan alpukat Hass yang tinggi di dunia.









Kalau melihat asal usulnya, alpukat Hass sebenarnya berasal dari Amerika Latin, tepatnya dari Guatemala. Alpukat ini digemari, selain rasanya yang seperti mentega dan keju, juga kandungan gizinya yang cukup tinggi. Dalam setiap 100 gramnya mengandung 77,3 kalori, air 1,3 g, abu 1,6, lemak 1,6 g, protein 1,6 dan karbohidrat sebesas 5,6 g.

Dari sisi bentuk, alpukat Hass berbentuk oval dengan kulit tebal dan kasar seperti kulit buaya. Saat masak kulit yang hijau akan berubah jadi ungutua sampai hitam. Sedangkan daginya bewarna putih kehijauan dan lunak. Bonot buahnya tergolong kecil, berkisar 200 - 300 gram per butir.

Alpukat Hass pertama kali dikembangkan di California oleh Rudolph Gustav Hass yang lahir 5 Juni 1892 di Milwaukee, Winconsin, Amerika Serikat. Pada tahun 1020 Hass menanam 3 alpukat dan hanya satu yang tumbuh dengan baik. Hass lalu mencoba mengokulasi dengan alpukat varietas Fuerte yang saat itu kualitasnya paling baik, akan tetapi proses okulasi gagal.









Tanaman tersebut lalu dibiarkan tumbuh sampai berbuah. Awalnya saat berbuah, Hass tidak puas dengan hasilnya yang kecil dan bergerigi, namun keluarganya merasa alpukat yang dihasilkan memiliki rasa yang enak. Atas desakan keluarga alpukat tidak jadi ditebang dan justru dikembangkan.

Melihat respon pasar yang sangat bagus akan alpukat yang dikembangkan Hass, pada tahun 1935 Hass mematenkan nama alpukat temuannya tersebut dengan nama dirinya, Hass. Berikutnya Hass melakukan kerjasama dengan perusahaan breeder bernaman Whittier Harold Brokaw dengan sistem bagi hasil. Dalam waktu singkat bibit alpukat hass mampu diperbanyak secara besar-besaran. Dari hasil itu Rudolph Hass mendapatkan bagian 25% dari penjualan bibit.

Dalam perkembangannya, alpukat Hass mengalami penyebaran yang luas melalui proses perkembangan vegetatif ke wilayah Amerika Latin dan sekitarnya. Dan hari ini alpukat Hass, telah berkembang seantero dunia dan menjadi alpukat yang paling banyak dibudidayakan.

Mengapa orang lebih suka mengembangkan alpukat Hass daripada alpukat lainnya, berikut ini keunggulan alpukat Hass.










1. Enak Rasanya

Rasa alpukat hass adalah dominan asin seperti keju atau mentega. Rasa ini lebih disukai oleh orang barat sehingga mereka lebih suka dengan alpukat ini. Sedangkan alpukat pada umumnya rasanya dominan manis.


2. Tahan Hama
Kulitnya tebal membuat lalat buah tidak mudah menembus kulitnya sehingga alpukat Hass memiliki daya tahan yang lebih baik dibanding dengan alpukat jenis lainnya.

3. Tahan Lama
Dengan bentuk yang kecil dan kulit yang tebal, maka alpukat hass memiliki daya simpan yang relatif lama dibanding dengan alpukat lainnya. Dalam kondisi baik, alpukat Hass mampu bertahan sampai 6 minggu sejak pemetikan. Kondisi ini menyebabkan alpukat Hass memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dapat diekspor dalam rentang waktu yang lama.

4. Bentuknya Kecil
Bentuk kecil bukan berarti kekurangan, alpukat Hass dengan bentuk yang kecil justru digemari konsumen karena bisa sekali makan tanpa sisa.

5. Nilai Ekonomi yang Tinggi
Dengan keunggulan diatas, alpukat Hass memiliki nilai yang tinggi sehingga banyak perusahaan mengebunkan dalam sekala industri.

Kenapa Bertani di Indonesia Jadi Mahal









Sebagai petani pemula, walau terlahir dari petani, tapi sudah lama melanglang berbagai profesi, jadi kompetensi taninya lupa. Sebelum bertanam, pastilah membaca cara budidaya jenis tanaman yang mau kita kebunkan.

Maka kita cari buku atau apalah yang membantu proses budidaya, mau itu pisang, durian, jambu, alpukat atau bahkan jenis-jenis sayur mayur.

Berikutnya, hampir semua buku melampirkan analisa usaha, berapa modal, untuk apa dan berapa rasio keuntungan.

Hampir semua pasti tergiur dengan gurihnya keuntungan dan kemudian mulai bertani. Namun, ditengah jalan, tak semua analisa bisnis itu nyata adanya. Tak sedikit yang zonk.

***

Dari hampir semua buku, pastilah memasukkan pupuk berunsur N, P & K. Kemudian pestisida dan sejenisnya. Kalau kita hitung, porsinya sangat besar. Apalagi kalau pas langka pupuk.

Hampir semua petani tercekoki, bahwa tak bisa bertani tanpa pupuk dan pestisida sintetis. Ini yang kemudian membuat bertani menjado begitu mahal.

***

Penasaran dengan hitungan-hitungan itu. Adakah bertani yang lebih murah dan ramah lingkungan. Bukankah pupuk kimia telah menjadikan asam tanah sehingga menjadi mati kesuburannya termasuk organisme didalamnya. Bukankah pestisida telah meracuni banyak orang sehingga memicu kanker dan sejenisnya.

Rasa penasaran ini membuat beberapa buku saya coba pelajari. Ingin mendengar dari pakar pertanian Islam, para pelaku permakultur dan penggiat agrobisnis organik.

Secercah jalan mulai tersingkap. Sejatinya tanah itu seperti halnya organisme. Karena organisme agar subur perlu dikelola dengan cara-cara organik. Dan cara organik jika didalami itu ternyata jauh lebih murah dan sustain jangka panjang.

Kita telah diracuni bahwa tak bisa bertani tanpa pupuk & pestisida kimia. Diracuni agar bertani biar untung banyak harus menerapkan mono kultur. Diracuni bahwa bertani organik itu mahal.

Siap yang meracuni pupuk kimia, dari sejarahnya, sebelum 1950 bertani itu dengan cara organik, menggunakan pupuk kangdang, kompos dan tumbuhan biji-bijian penyubur tanah mati. Tapi sejak pabrik kimia meluncurkan produknya dan dikampanyekan sexara masif, maka berlahan tertanam dalam benak petani, tanpa alat bantu sintetis, tak bisa apa-apa. Dan kemudian, tanah yang terpapar kimia menjadi asam dan hilanglah kesuburan tanahnya. Tanah luas, tapi hasil tak maksimal.

Bertanam mono kultur atau satu jenis tanaman, dikampanyekan seperti sawit, pisang, buah dan sayur. Dalam puluhan hektar tanah ditanam hanya satu jenis yang berakibat rentan kena hama. Dan muncullah pestisida sebagai solusinya.

***

Setelah mencoba memikirkan kembali ilmu tani yang telah lama hilang, terbersit kembali untuk bertani dengan cara-cara kuno. Dan itu yang terjadi hari ini. Kesadaran kembali untuk hidup lebih sehat. Betapa banyak sekarang anak-anak muda yang menekuni organic farm, urban farming, verticuktur, permakuktur, poli kultur, organic farming dan sejenisnya.

Semoga ini awalan yang baik bagi pertanian yang lebih murah dan sehat dinegeri ini.

Referensi :

1. Kebun al Quran

2. Al Filaha

3. Jadam Organic Farm

4. Permaculture

5. Organic Farm

Kenapa Petani Dimiskinkan










Jamak kita temui keluhan petani, saat tanam pupuk dan bibit mahal, saat panen harga murah. Ternyata, masalah yang dihadapi petani tak sesederhana itu. Kolonialisasi petani telah terjadi puluhan tahun, bagaimana ceritanya ?

Petani tradisional tersingkir saat kapitalis yang latar belakangnya bukan petani masuk. Kebanyakan mereka adalah industri kimia yang ingin hasil produksinya bisa dikonsumsi masal.

Melalui lembaga global seperti FAO mendekati negara berkembang untuk menggunakan produk kimia mereka. Mereka mengedukasi fan pambat laut terjerat dengan barang sintetis itu, baik pupuk, herbisida, fungisida, pestisida dan bahkan sampai ke industri benih.

***

Edukasi itu rupanya berhasil mencuci otak petani, jika tanpa zat sintetis panennya pasti jelek. Petani yang awalnya bertani secara organik dengan optimalisasi pupuk kandang dan kompos, bergeser ke pupuk sintetis.

Bukan itu saja, pola tani polikultur alias tumpang sari atau permakultur alias menanam beragam tanaman perlahan berubah jadi monokultur. Satu lahan ditanami satu jenis tanaman saja. Contohnya sawit yang lagi hype karena migor mahal, karet, pisang dan lainnya.

Efek monokultur ini memicu hama dan mematikan siklus organik. Monokultur merusak lingkungan dan untuk mengatasi hama dan sejenisnya, muncullah pestisida, herbisida, fungsida dan sida lainnya. Disisi zat hara, karena satu jenis tanaman, maka memicu munculnya pupuk sintetis.

Akibatnya bertani makin hari makin mahal. Dahulu pupuk dan pestisida bisa swadaya, hari ini harus mengandalkan pabrik kimia. Ini hanya dari satu sisi, kedaulatan benih pun hilang. Kalau dahulu, petani menyimpan benih dari hasil panen, hari ini benar-benar mengandalkan dari pabrik benih. Kedaulatan petani perlahan hilang.

***

Bagaimana keluar lingkaran jin ini. Hari ini banyak petani milenial yang mulai back to basic. Baik melalui urban farming, hydroponik atau para pekebun.

Ada kesadaran menghidupkan tanah yang sudah tercemar pupuk kimia untuk kembali bertanam organik. Ada kesadaran kembali untuk bertani multikultur dan permakuktur atau agri ecology.

Andai banyak tangan telibat, rasanya tanah-tanah gersang, gunung yang gundul dan sawah yang mati kiranya bisa dihidupkan kembali. Itu terjadi kalau banyak orang punya kesadaran yang sama. Sudah saatnya petani mandiri, walau perlu waktu yang tidak sedikit.

Peluang Bisnis Buah Surga








Satu diantara buah yang disebut dalam al Quran adalah pisang, selain dari kurma, anggur, delima, zaitun dan tin.

Kalau ditelisik lebih dalam, buah-buah yang disebut dalam al Quran, memiliki keunggulan, salah satunya adalah berkasiat dan berkorelasi langsung dengan kesehatan.

Saat ini mulai banyak dikembangkan buah-buah tersebut dinegara tropis. Bahkan kurma, yang dulu dianggap tak mungkin dibudidayakan di daerah tropis, ternyata bisa tumbuh dengan baik di Thailand. Kalau anggur, delima, tin dan zaitun sudah banyak dikembangan lebih dahulu.

***

Kalau pisang, tak ayal lagi sangat cocok didaerah tropis, bahkan dalam sekala industri. Katakanlah pisang yang mendunia saat ini, pisang cavendish yang ditemukan oleh pengelana Inggris. Saat ini menjadi industri besar di Amerika Latin, seperti Peru, Chile dam sekitarnya.

Di Asia yang cukup berkembang baik seperti Philiphina yang menjadi pemasok cavendisk asia pasific.

Bagaimana dengan Indonesia. Sepertinya dalam dunia perpisangan ini masih ketinggalan dibanding India, Pakistan, Vietnam apalagi Philiphina. Di Afrika tengah pun pisang hari ini dikembangkang sangat pesat.

Hari ini, pisang sudah menjadi perniagaan global, coba lihat di Makkah, Madinah atau Yerusalem. Pisang jenis cavendish ini bertebaran di kawasan Timur Tengah.

Mengenai varietas pisang, Imdonesia tak kalah banyaknya, bahkan mungkin varietas terbanyak di dunia ada dinegeri ini. Sebut saja mulai dari pisang tanduk, ambon, raja bulu, raja sere, kepok, emas sampai pisang yang rasanya bukan manis, malah gurih seperti pisang garoho yang berkembang di Manado.

Dari sekian jenis pisang itu, setidaknya menurut ahli perpisangan, ada tiga pisang lokal bernilai ekonomi tinggi dikembangkan. Raja bulu, barangan dan emas kirana.

***

Hari ini saya coba memanen pisang kepok.l kuning. Maunya menunggu ramadhan biar bisa dikolak. Tapi apa daya harus berebut sama kawanan manuk.

Akhirnya saya panen, sudah suluh, beberapa dimakan manuk.

Saya ceceki persisir sambil ngebayangin, mungkinkah tandan-tandan buah surga ini berkembang jadi industri negeri ini yang mendunia...

Apalagi yang Bisa Kita Jual








Setelah emak-emak antri minyak goreng mengular, giliran bapak-bapak antri solar mengular. Apa bedanya antrian minyak goreng dan solar. Beda banget...

Kalau minyak goreng, bisa jadi dampaknya bisa lebih dilokalisir, tapi kalau solar, ini bisa kemana-mana dampaknya. Kenapa begitu ?

Solar adalah mayoritas bahan bakar yang digunakan untuk distribusi barang. Mari kita check. Barang komoditas seperti beras, jagung, susu, kedelai, cabe dan lainnya, rata-rata pakai truk atau kendaraan berbahan bakar solar. Mesi. Genset dan alat produksi banyak berbahan bakar solar. Belum lagi mesin-mesin kapal dan alat transportasi umumnya pakai solar.

Kenaikan harga solar, jelas akan memicu kenaikan harga sandang, pangan dan papan. Itu mengapa pemerintah memberikan subsidi besar untuk solar. Agar harga kebutuhan pokok stabil. Langkanya solar seperti pertanda harga-harga akan merambat naik.

***

Sebagai orang yang berumur, tentu akan paham bahwa negeri ini pernah mengalami beberapa kali trending. Di era 1970-an negeri ini pernah surplus pada industri minyak. Sebagai anggota OPEC, minyak menjadi penyokong pembangunan negeri ini.

Era berganti, tahun 1980-an adalah jaman keemasan industri perkayuan. Kalimantan dan Sumatra dibabat hutannya dan diekspor kayu-kayunya. Banyak konglomerat perkayuan merajai orang terkaya di negeri ini. Hasil bisnis ini menyisakan habisnya lahan berabad-abad di kawasan konservasi kalimantan. Hari ini yang tersisa di sungai kayan Kalimantan Utara, selebihnya gundul dan coklat tanah.

Era pun berganti, tahun 2000-an adalah era batu bara. Banyak pengusaha baru muncul, salah satunya penghasil batu bara di kalimantan. Banyak sekali para konglomerat tajir dari bisnis batu bara ini. Bisnis ini menyisakan lubang menganga dan jalan rusak seperti selokan.

Tahun 2010 sepertinya industri yang hype adalah kelapa sawit. Tanah-tanah negara dikelola swasta ditanami sawit berhektar-hektar. Sampai-sampai karena ditanami mono kultur, langganan banjir di kalimantan dan sumatera bisa berhari-hari lamanya.

***

Saat ini, 2020. 

Minyak mulai menipis, bahkan kontraktor asing perlahan pulang kampung. Mau jualan kayu, apalagi. Hutan sudah pada gundul. Mau sawit, hutan sudah habis hutan dibabat. Mau batubara, mau mana lagi yang dioker-oker.

Ohya...

Sepertinya ada 2 lagi yang bisa kita kais-kais untuk menyangga 270 jt penduduk negeri ini.

Sektor kelautan, yang hari ini ikannya banyak dikuras oleh negera tetangga.

Dan satu lagi, warisan ring of fire, warisan gubung berapi yang membuat kesuburan tanah negeri ini tidak ada habis-habisnya. Dam dengan kesuburan tanah itu, pertanian masih menjanjikan.

Tapi dua sektor ini perlu kesabaran dan efdort yang lebih besar dari sekedar menebangi kayi, mengeruk batu bara atau menyedot minyak.

***

Secara rasio, lonjakan harga seperti sebuah keniscayaan yang akan terjadi, lonjakan itu akan bisa tersolusi kalau ada income naik. Kalau tidak, akan menderita jangka panjang.

Maritim dan pertanian bisa jadi bukit kehidupan berikutnya bagi negeri ini. Bagaimana dengan bisnis IT ? rasanya kita perlu belajar lagi lebih banyak...

Parma Kultur, Mono Kultur & Multi Kultur


Bagi para petani, mungkin hari ini sering mendengar istilan parma kultur, mono kultur dan multi kultur. Saya sebagai pemula juga awalnya bingung, ini istilah apa.

Semoga penjelasan sederhana ini, mampu menjadi awalan kita mengenal ketiga sistem pertanian ini.


1. Parma Kultur

Parma kultur dipopulerkan oleh seorang agrobis dari Australia. Parma berarti permanent, kultur berarti tanaman. Artinya bahwa dalam berkebun, petani menanam tanaman permanent di kebun tersebut. Apa makna permanent disini.

Maksud permanent disini petani menanam berbagai tananam dikebun dengan konsep seperti hutan pada umumnya. Semua kebutuhan zat hara dipenuhi dari kebun tersebut baik dari humus, kompos dan irigasinya.

Dalam pertanian parma kultur, petani akan memperoleh hasil semua jenis yang ditanam dengan konsep organik, namun dengan jumlah yang tidak maksimal, karena ada berbagai macam tanaman dalam satu kebun.

Keunggulan dari sistem ini, kesuburan tanah kembali secara organik, dan semua kebutuhan terpenuhi dari kebun tersebut dan bisa dikatakan merupakan low cost farming.

Biasanya pendekatan perma kultur jarang dipakai oleh pekebun dengan skala industri yang umumnya mengejar volume dan margin.










Contoh kebun dengan konsep Parma Kultur



2. Mono Kultur

Pertanian mono kultur adalah jika kebun ditanam dengan satu jenis tanaman. Bisa jeruk, alpukat, durian, padi, apel dan lain sebagainya. Dalam satu kebun hanya ditanam satu jenis tanaman.

Konsep mono kultur biasanya dipakai petani dalam skala industri dengan harapan dapat maksimal mendapatkan hasil.

Pertanian jenis ini, umumnya dipakai oleh industri besar dengan menggukana aneka pupuk, pestisida, herbisida dan fungisida sintetis. Karena pada pertanian mono kultur, tanaman umumnya akan rentan hama dan penyakit karena hanya ada satu pilihan tanaman.

Berbeda dengan perma kultur yang mengembalikan pertanian kedalam sebuah ekosistem, maka mono kultur eksosistem tidak terbangun secara untuk antar tanaman dan spesies yang ada.










Contoh kebun dengan konsep Mono Kultur



3. Multi Kultur

Pertanian multi kultur adalah pertanian dengan menanam beberapa jenis tanaman dalam satu lahan. Dalam konsep kita sering dimaknai dengan sistem tumpang sari.

Pada sistem multi kultur, biasanya ada tanaman utama yang ditanam, berikutnya ada tanaman sela dengan jenis yang terbatas untuk mengisi kekosongan lahan.

Misalnya kebun alpukat, maka saat alpukat masih kecil dengan jarak tanam 5 x 5 meter, maka disela tanaman bisa ditanami tumpang sari dengan jahe, sayuran dan lainnya mengikuti pertumbuhan dari pohin utama.

Demikian, penjelasan sederhana tentang cara bertani yang dapat kita aplikasikan dalam kebun kita, baik dalam skala kecil maupun besar.















Contoh kebun dengan konsep Multi Kultur

Darimana Kita Memulai Berkebun














Ini cerita menarik, bagi siapapun yang ingin menempuh jalur menjadi petani. Wabil khusus pada mereka yang tidak punya background petani dan ingin hijrah menjadi petani. Dan lebih khusus lagi bagi yang selama ini kerja kantoran dan ingin pensiun jadi petani.

Menjadi petani di Indonesia tidak terlalu mudah, pertama masalah lahan, kedua masalah apa yanh mau ditanam dan ketiga masalah ketergantungan pupuk.

Kalau anda ingin bertani, tentu akan mencari buku budidaya yang berhubungan dengan jenis tanaman yang ditanam. Mau buah, sayur atau pohon penghasil kayu. Jamak dilampirkan pada bagian belakang analisa usaha dan berpa untung yang didapatkannya.

Setelah itu biasanya akan melihat lahan dan seperti apa tenaga dan lingkungan sekitar lahan. Ada lahan yang aman, ada juga yang baru tanam dirusak tangan jail. Ada banyak cerita disini.

Saya masuk dalam yang krusial yaitu masalah pertanahan. Rupanya banyak lahan yang saat ini rusak berat akibat bombardir pupuk kimia dalam jangka panjang. Tanahnya asam. Hampir semua petani sudah teracuni dengan pupuk kimia, baik untuk membantu penyuburan, pembasmian hama dan jamur.

Maka sebenarnya, sayur dan buah yang sering kita makan, bisa jadi tercampur dengan pestisida dan herbisida. Sangat jarang ditemui petani tanpa pupuk sintetis. Hampir semua buku mengajarkan itu. Tak bisa bertani tanpa pupuk dan obat sintetis.

***

Melihat kenyataan itu, tergelitik apa memang sejauh itu ketergantungan kita akan bahan kimia dalam pertanian kita.

Rasa penasaran itu mengantarkan untuk belajar lebih jauh bertani dengan cara yang lebih ramah.

Berkenalanlah dengan buku legendari al filaha karya ibnu awwam yang merupakan kitab pertanian di abad pertengahan yang menyuburkan tanah andalusia.

Mengenal pula berkebun Al-Quran dari proyek rintisan yang dimotori oleh pak Muhaimin Iqbal. Mengenal pula para relawan tani yang mencoba mencari jalan keluar para petani ini.

Mendalami juga, ternyata buah dan sayur yang tersebut dalam al Quran memiliki khasiat menyehatkan tubuh.

Belajar pula bahwa budidaya kambing dan domba itu adalah ternak yang penuh berkah. Karena para Nabi menjadi penggembala sebelum menyampaikan misi kenabian.

Mengenal pula konsep Jadam pertanian organik yang dikembangkan di Korea. Yang ternyata pertanian organik bisa dikelola swadaya dengan sangat murah.

Dan ternyata bertani ini penuh berkah, karena hasilnya yang dimakan orang, burung dan binatang akan menjadi sedekah.

Jika ketemu alasan-alasan bertani salah satu ibadah untuk memakmurkan dan menyuburkan bumi, selayaknya profesi ini bisa jadi next profesi bagi kaum kantoran.

Bagaimana memulainya, tak terlalu sulit, bisa dimulai dari teras rumah kita. Bukankah yang besar itu berawal dari kecil...

6 Buah-Buahan yang Disebut Dalam Al Quran

Setidaknya ada 6 buah yang disebutkan dalam Al Quran dengan variasi penyebutan yang bermacam-macam. Saya mencoba meneliti, apa keunggulan dari buah yang disebutkan dalam Al-Quran. 

"Dan ternyata, jika buah tersebut dibandingkan dengan buah pada umumnya, buah yang disebutkan dalam al-Quran memiliki kasiat sebagai buah yang memberikan kesembuhan dan meningkatkan derajat kesehatan manusia."

Berikut ini secara singkat, 6 buah yang disebutkan dalam al-Quran. Anda berminat mengembangkannya ?

1. Kurma









Buah kurma merupakan buah yang paling banyak disebut dalam al Quran Al-Qur'an. Kurma juga masuk dalam sunah Rasulullah SAW. Kurma disebutkan lebih dari 20 kali dalam Al-Qur'an yang tersurat dalam pada surat Ar-Rad, Maryam, Al-baqarah, Al-Hasyr dan Qaaf. 

Manfaat kurma mengandung memiliki banyak manfaat, serat dan antioksidan flavonoid. Antioksidan yang terkandung mampu mengatasi resiko diabetes, alzheimer dan beberapa jenis kanker.


2. Anggur









Buah anggur merupakan salah satu buah yang juga disebutkan dalam Al-Qur'an. Anggur termasuk buah kuno yang bahkan sudah ada sejak zaman Nabi Nuh. Anggur sangat banyak disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 14 kali.

Buah anggur bermanfaat untuk menghindari hidrasi yang kuat, menambah kandungan zat besi dan mineral dalam tubuh, dan mengatur sistem pencernaan. Anggur juga membantu meningkatkan produksi darah karena tingginya kadar zat besi dan gula.


3. Delima








Buah delima disebut dalam Al-Qur'an tiga kali, buah delima sering disebutkan dalam kaitannya dengan Surga dan anugerah Allah kepada umat manusia. Buah delima bisa ditemukan dalam surat Al-An’aam.

Buah delima mengandung antioksidan tingkat tinggi yang disebut flavonoid. Flavonoid berfungsi untuk menangkal berbagai radial kanker. Buah itu sendiri juga membantu masalah pencernaan, dan membantu menjaga keseimbangan kalium-natrium tubuh.


4. Tin









Buah tin juga disebut dalam Al-Qur'an dalam satu surat khusus yaitu surat At Tin. Buah tin sering juga disebut buah ara sering dianggap makanan lezat, dinikmati segar dan dikeringkan. Buah tin memiliki rasa manis dan berair saat matang.

Buah tin kering merupakan sumber mineral, vitamin dan antioksidan yang sangat baik. Buah Tin mengandung banyak gizi, rendah kalori dan tidak mengandung lemak dan tinggi serat. Tak hanya itu saja, buah tin juga mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, kalium, magnesium, tembaga, dan zat besi.


5. Zaitun









Zaitun ini disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur'an. Surat yang menyebutkan buah ini seperti tersurat dalam An-nur, Al-an’am, An-Nahl, Al-Mu’minun, ‘Abasa. 

Buah zaitun ketika matang merupakan sumber dari vitamin E dan antioksidan. Di mana kandungannya tersebut berfungsi untuk melindungi kesehatan jantung. Zaitun bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan dapat membantu mengurangi rasa sakit pada persendian, otot, dan tendon tubuh


6. Pisang










Buah pisang tercatat dalam Surah Al-Waqiah. Pisang juga dianggap sebagai buah surga. Meskipun saat ini dianggap sebagai buah yang umum, pisang memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh manusia

Manfaat pisang bagi kesehatan sangat banyak, salah satunya menurunkan tekanan darah, membantu mengatur fluktuasi berat badan, dan membantu mengatur sistem pencernaan. Pisang juga penting dalam membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan memiliki senyawa antioksidan yang membantu mengatur fungsi ginjal.

Demikian 6 buah yang layak Anda coba untuk kebunkan. Kami di kebun Mrajak sedang mencoba mengebunkan secara bertahap buah-buahan yang ada dalam al Quran ini.


Mrajak
Sahabat Petani Kota

Jual Kotoran Ayam untuk Pupuk Organik Sayuran Bandung

 









Jual pupuk kandang dari kotoran ayam untuk daerah Bandung dan sekitarnya. Kami melayani pengiriman pupuk kandang dalam bentuk karungan dengan harga yang sangat bersain dan tentunya kualitas juga dijamin.

Area distribusi adalah Bandung dan sekitarnya meliputi :

1. Cimenyan
2. Cilengkrang
3. Palasari
4. Lembang
5. Pangalengan
6. Arjasari
7. Majalaya
8. Ciparay
9. Cimahi

Kotoran ayam ini berasal dari kandang ayam, baik ayam petelur maupun ayam pedaging yang memiliki kandungan nutrisi zat hara tanaman yang sangat dibutuhkan. Teredia dalam bentuk karungan dengan harga yang kompetitif.

Pupuk kotoran ayam ini sangat cocok untuk sayuran dan perkembunan, meliputi :

1. Kentang
2. Kol
3. Wortel
4. Bawang Merah
5. Empon-empon
6. Sayur mayur lainnya

Silakan hubungi kami, jika Anda membutuhkan pupuk kandang untuk meningkatkan hasil panen yang lebih maksimal.

Mrajak
Sahabat Petani Kota

Jual Pupuk Organik Kotoran Ayam Bandung

 








Jual pupuk kandang dari kohe ayam untuk supply pupuk organik untuk kebun sayuran. Pupuk kotoran ayam ini sangat cocok untuk menambah nutrisi tanaman sayuran, mulai dari kol, kentang, bawang merah, cabe dan jenis sayuran lainnya.

Siap mensupport kebutuhan pupuk kandang untuk area Bandung raya, mulai dari Cimenyan, Lembang, Cilengkrang, Palasari, Arjasari, Majalaya, Ciparay dan sekitarnya.

Tersedia pupuk kandang dalam jumlah yang besar. Pupuk kandang dari kotoran ayam ini menjadi supply nutrisi wajib untuk mendapatkan hasil pertanian yang maksimal.

Kohe ayam ini berasal dari kandang ayam petelur dan ayam pedaging, dengan komposisi nutrisi tanaman yang sangat baik.

|Mrajak
Sahabat Petani

Peluang Bisnis Media Tanam, Pupuk, Hidroponik & Tanaman Hias Naik Selama Pandemi

 






Sudah sering kita dengar, bahwa pandemi covid yang terjadi meluluh lantakkan banyak bisnis yang selama ini bisa bertahan puluhan tahun. Namun, diantara bisnis yang mengalami penurunan, rupanya ada bisnis yang lagi naik daun.

Setidaknya itu ditunjukan dalam hasil trend pencarian di serach engine. Apa saja bisnis yang naik pada waktu pandemi, khususnya terkait dengan agro bisnis. Grafik diatas menjelaskan cukup detail tentang kebutuhan masyarakat selama pandami.

Menarik untuk kita cermati, rupanya pandemi telah membuat orang berubah kebiasaanya, yang mana selama ini bisa pergi kemana saja, kini terkurung dirumah saja.

Keterbatasan mobilitas tersebut rupanya berdampak pada perubahan kebutuhan dan keinginan. Produk dan layanan yang terkait dengan aktifitas dirumah naik pesat. Bekerja dirumah, dalam waktu yang tidak terlalu lama mungkin mengasikkan, namun tatkala harus berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun akan menyebabkan depresi dan kejenuhan akut.

Untuk mengatasi kejenuhan, rupanya para pekerja dari rumah butuh solusi dan ternyata solusi itu salah satunya adalah meningkatnya agrobisnis. Nah, apa saja aktifitas agrobisnis yang meningkat :

1. Tanaman Hias

Kejenuhan dirumah membuat orang mencari pelarian untuk memperindah suasanya rumah, salah satunya dengan menanam tanaman hias. Terlihat dari data pencarian, kata tanaman hias menjadi meningkat pesat selama masa pandemi.

Tentu ini menjadi bisnis yang sangat menarik semasa pandemi ini, orang mencari tanaman untuk kompensasi terpapar sinar biru akibat banyaknya aktifitas melalui online.


2. Hidroponik

Hidroponik juga salah satu kata yang dicari didunia online. Mengapa ini terjadi, salah satunya karena orang membutuhkan aktifitas gerak. Sangat tersiksa jika duduk didepan komputer sepanjang hari, orang butuh aktifitas gerak yang bisa mengkompensasi magernya.

Salah satu aktifitas yang paling banyak dicari adalah hidroponik. Hidroponik dipilih karena masyarakat perkotaan tidak memiliki banyak lahan, sehingga urban farming menjadi pilihan warga kota untuk beraktifitas.


3. Media Tanam

Meningkatnya kegiatan bertanam, maka berakibat tingkat kebutuhan akan media tanam meningkat, apalagi untuk masyaraat kota yang banyak berkebun dengan cara tabulampot. Inilah yang menyebabkan media tanam salah satu komoditas yang melonjak selama pandemi.


4. Pupuk Organik

Jika orang bercocok tanam, maka selain media tanam maka butuh pupuk organik. Pupuk organik ini bisa berupa kompos, pupuk kandang, humus bambu, humus pinus dan cocopeat.

Meningkatnya aktifitas bercocok tanam, berdampak pada peningkatan kebutuhan pupuk organik meningkat, apalagi masyarakat kota yang semakin sadar akan kesehatan, sehingga mereka lebih cenderung menggunakan pupuk organik daripada pupuk kimia.


Mrajak
Sahabat Petani Kota

Jenis Jahe Populer di Indonesia

 Jahe merupakan tanaman empon-empon yang cukup populer. Kata empon berasal dari kata empu. Hal ini bisa jadi karena jahe termasuk tanaman umbi yang memiliki keunggulan dibanding dengan jenis umbi lainnya.

Di Indonesia, ada banyak varian jahe yang beredar dan populer dikonsumsi oleh masyarakat sejak dari nenek moyang. Alasan kenapa jahe banyak dikonsumsi diantaranya jahe banyak mengandung kasiat buat kesehatan dan penyedap makanan.

Budidaya jahe akan sangat cocok dikembangkan didaerah pegunungan dengan kondisi tanah yang gembur dan tidak lingket. Sehingga jenis tanaman ini tidak semua tempat dapat memberikan hasil yang maksimal karena dua persayaratan tersebut. Mengenai ketinggian, akan sangat baik jika ketinggian tanah diatas 700 MDPL (meter diatas permukaan laut)

Adapun jenis jahe yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan kegunaannya bisa dijelaskan sebagai berikut :

1. Jahe Emprit










Jenis jahe ini bentuknya kecil, namun sangat pedas. Jenis jahe emprit adalah jahe yang paling banyak ditanam dan dibudidayakan di Indonesia. Biasanya jenis jahe ini budidayanya ala kadarnya alias dibiarkan dikebun untuk kemudian berkembang sendiri.

Kegunaan jenis jahe emprit banyak digunakan untuk obat-obatan dan tentu bumbu masak. Untuk obat-obatan biasanya untuk ramuan herbal semacam obat tolak angin dan sejenisnya.

2. Jahe Gajah











Jenis kedua yang banyak dikembangkan adalah jahe gajah. Jenis jahe ini bentuknya lebih besar dan rasanya tidak terlalu pedas. Jahe gajah banyak dibudidayakan secara profesional dalam sebuah perkebunan jahe.

Jahe gajah dimanfaatkan untuk bumbu masak khususnya untuk makanan berbasis olahan ikan. Jadi jahe gajah banyak dipasok ke daerah pesisir karena digunakan untuk pengurang bau amis dari olahan ikan. Selain itu jahe gajah juga banyak digunakan untuk bahan minuman.


3. Jahe Merah










Jahe merah bentuknya juga relatif lebih besar dibanding dengan jahe gajah. Biasanya ditanam secara profesional dalam sebuah kebun jahe. Bedanya jahe gajah dan jahe merah ada pada warna sebagian kuncupnya yang berwarna kemerahan tua. Sedangkan jahe gajah lebih putih.

Kegunaan jahe merah adalah untuk minuman. Hari ini banyak minuman berbasis pada jahe merah sebagai bahan bakunya. Jahe merah dipilih sebagai bahan minuman karena pedasnya yang ringan dan lebih segar rasanya. Jadi sangat cocok sebagai bahan minuman.


Mengenal Jenis Jambu Biji Impor Unggulan


 Jambu biji adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi besar dibudidayakan di Indonesia. Salah satu alasannya, konsumsi jambu biji sangat tinggi, baik yang digunakan untuk juss maupun untuk rujak jambu yang hari ini kian menjamur.

Ada dua varietas yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda budidaya jambu dalam skala bisnis. Pertama adalah jambu lokal dengan berbagai varietasnya dan jambu impor, yang merupakan jambu biji yang dikembangkan diluar negeri dan memang telah terbukti memberikan hasil maksimal.

Kalau melihat karakteristiknya, jambu lokal, seperti getas merah, jambu pasar minggu, jambu sukun merah dan jambu klutuk, lebih cocok untuk konsumsi juss. Mengapa demikian, karena jambu lokal ini tidak tahan lama setelah masak buah. Kemudian teksturenya yang lunak memang lebih cocok dikonsumsi sebagai bahan minuman.

Berbeda dengan jambu impor dari luar negeri. Jenis jambu impor ini berbeda karakternya dengan jambu lokal, semisal dari besar jambunya lebih gede dan teksturenya yang renyah dan lebih tahan dari sisi waktu, sehingga tidak mudah busuk.

***

Melihat hal tadi, saya bereksperimen untuk mengembangkan jambu lokal dan jambu impor. Jenis jambu lokal yang saya tanam adalah jambu kluthuk, jambu getas merah, jambu krikil dan jambu sukun merah.

Sedangkan untuk jambu impor, saya menanam 5 varietas unggulan, diantaranya jambu kristal, jambu hong pushe, jambu siumik pala, jambu chegua dan jambu farang.

Dari pengamatan sementara, maka memang jambu impor lebih cepat berbuah dibanding dengan jambu lokal, namun jambu lokal lebh tahan terhadap hama, baik dari ulat buah maupun kutu putih.

***

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, jika saya membudidayakan jambu dalam skala industri, maka saya akan memilih jambu impor, setidaknya dengan 5 jenis jambu berikut ini.

1. Jambu Kristal
Jambu ini sudah teruji di Indonesia. Pertama kali dikembangkan oleh kerjasama Taiwan dan IPB dalam badan ICDF. Kemudian hasilnya telah diterima pasar dengan sangat baik, bahkan saat ini sudah begitu populer dengan bisnis pinggir jalan dengan rujak jambu kristalnya.

Jambu kristal ini asalnya dari Taiwan dan menjadi komoditas eksport utama sektor perkebunan di Taiwan. Selain itu telah dikembangkan pula di India dan Pakistan dalam skala industri. Jadi jambu kristal adalah komoditas buah yang telah teruji dipasar


2. Jambu Siumik Pala
Jambu siumik pala, mirip dengan jambu kristal. Jenis jambu ini dikembangkan oleh Thailand dan telah menjadi komoditas unggulan disana. Perbedaan dengan kristal adalah pada bentuknya yang lebih bulat, sedangkan jambu kristal tidak bulat sempurna.


3. Jambu Farang
Jamu farang adalah jambu yang mirip dengan jambu siumik pala, namun bentuknya tidak bulat sempurna, mirip buah pear. Maka seringkali jambu farang ini disebut juga dengan jambu pear. Rasanya manis dan layak dikembangkan.


4. Jambu Hong Pushe
Jambu hong pushe dikembangkan di Taiwan, orang sering menyebutnya jambu kristal merah. Bentuk dan rasa seperti jambu kristal, namun kalau kristal putih dalamnya, jika di hong pushe berwarna merah cerah. Kemudian dari sisi bentuknya lebih bulat dibanding jambu kristal


5. Jambu Chegua 
Jambu chegua adalah jenis jambu baru yang dikembangkan Taiwan dan mulai dikenal di Indonesia. Bentuknya mirip jambu kristal, namun kandungan biji lebih banyak dan memiliki rasa manis yang lebih tinggi.

Demikian sekilas tentang jambu budidaya jambu biji, tinggal kembali ke Anda. Jika target yang ada pilih hasil kebunnya untuk membuat juss, maka pilihannya ada pada jambu lokal. Namun jika ingin menyasar pasar jambu rujak atau jambu yang dikonsumsi langsung yang lebih tahan lama, maka jambu impor bisa menjadi pilihan.

Selamat berkebun jambu.


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com

Pembibitan Jambu Biji Unggulan


















Cerita perjambuan ini dimulai dari hal biasa-biasa saja. Suatu hari saya memetik jambu kerikil depan tempat kursus. Jambu ini saya tanam asal saja, yang ada dibenak saya, mau nanam apa saja yang penting halaman teduh.

Saya tanam petai, nangka, mangga, jambu air, jeruk bali, jambu jamaika. Awalnya asal saja. Sampai suatu hari anak bungsu saya suka dengan jambu kerikil yang rasanya kayak chery.


Belum lagi ibu saya bawain jambu kristal saat ke bandung. Ceritanya pas mampir pantai kebumen, rupanya disana banyak pekebun jambu.  Jambu bawaan ibu, saya kupas dan dimakan sama bumbu rujak buah kecombrang. Kok enak segar.

Lantas kenapa ndak kita coba tanaman buah yang ndak kenal musim. Mulai dari situlah saya mulai belajar aneka jambu biji. Dan bukan hanya belajar, hari saya sedang berkebun dipekarangan yang fokus dengan aneka jambu biji. Alasannya sederhana, akarnya lebih ramah bangunan dan berbuah sepanjang tahun.

Nah berikut eksperimen yang saya coba. Jambu biji iti dibagi dua. Berbiji dan tidak berbiji/seedless. Jambu yang banyak bijinya biasanya varietas lokal macam jambu kluthuk, jambu alas, jambu getas merah dan sejenisnya.

Jambu tanpa biji, padahal ada, namun kadarnya cuman 3-5 persen saja, banyak dikembangkan di Taiwan dan Thailand, dan sekarang berkembang di India, Pakistan dan Bangladesh dalam sekala industri.

Nah, jamu seedless ini jenisnya ada banyak, Taiwan yang paling populer dengan jambu kristalnya. Hari ini muncul jambu varietas baru dari Thailand sebagai pionir jambu bangkok, yaitu jambu farang dan siumik pala.

Nah, bagaimana dengan jambu lokal. Hari ini jambu lokal seperti kluthuk, getas merah, jambu tanjung barat dikonsumsi sebagai bahan juss. Sedang untuk konsumsi langsung orang suka dengan jambu tanpa biji.

Kemudian, bagaimana budidayanya. Ada dua, tanam langsung di kebun atau lewat media tanam macam poliback atau tabulampot. Simpel.

Pembenihannya biasanya ada dua, okulasi atau cangkok. Konon, dari para pembudidaya lebih menyarankan melalui cangkok. Lebih cepat buah dan mudah perawatan prunningnya.


Saya belum bisa bandingin rasa, masih nanam alakadarnya. Saya kupas tanah samping rumah, saya campur tanah lembang, saya tambah pupuk kandang. Hasilnya belum dapat dinilai. Dan hari ini saya coba tanam semua varietas termasuk jambu australia dan brasil.

Belum bisa kasih evaluasi rasa dan kuantitasnya, mungkin 6 bulan lagi bisa direview. Siapa tahu berjodoh dengan hoby berjambu ria...

MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com

Manfaat Humus Daun Bambu Bagi Tanaman

 










Banyak orang yang belum mengetahui, bahwa humus daun bambu memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesuburan tanah. Nah, jika anda adalah pehobis tanaman, baik tanaman hias, tabulampot atau perkebunan, maka simak dulu manfaat humus bambu bagi kesuburan tanah.

Humus bambu bisa didapat dari rerimbunan bambu yang tersebar luar dinegeri ini. Dengan mengunpulkan humus bambu dibawah pohon bambu, bisa langsung diaplikasikan pada tanaman Anda. Namun, lebih baik jika daun bambu tadi telah menjadi humus bambu, atau telah lama dan mulai terurai menjadi kompos bambu.

Berikut ini manfaat humus bambu sebagai media penyubur aneka tanaman.

1. Memperbaiki Struktur Tanah
Humus bambu mengandung senyawa Phospor (P) dan Kalium (K), dua unsur ini sangat dibutuhkan tanaman sebagai nutrisi pertumbuhan. Oleh karena itu, humus bambu bisa menjadi pengganti unsur P & K organik yang tidak memberikan efek samping bagi tumbuhan. Dengan humus bambu, maka secara tidak langsung kita memperbaiki struktur tanah.

2. Mengandung Mikro Organisme Pengurai
Humus bambu bambu mengandaung bio decomposer yaitu mikroorganisme yang mampu mengurai tanah sehingga meningkatkan kesuburan secara alami. Salah satu organisme pada humus bambu adalah jamur pusarin yang mampu mengurai bahan-bahan organik menjadi lebih cepat.


3. Pembentuk Zat Anti Bakteri
Humus bambu mengandung zat anti bakteri, sehingga mengurangi proses pertumbuhan jamur parasit dan mikroorganisma yang menyebabkan pembusukan pada akar dan batang yang mengakibatkan tanaman mengalami kematian akibat pembusukan.

4. Membantu Fermentasi
Humus bambu juga mengandung jamur fermentasi (Aspergillus SP) yang membantu mengurai pupuk organik lain seperti pupuk kandang menjadi lebih cepat bisa dikonsumsi oleh akar tanaman. Proses fermentasi ini bisa berjalan lebih cepat dengan cara organik tanpa efek samping.

5. Membantu Sitem Aerasi Tanah
Manfaat lainnya dari humus bambu adalah membantu aerasi atau sirkulasi udara dalam tanah, sehingga membantu pertumbuhan perakaran menjadi lebih baik. Humus bambu membantu kontur tanah berongga sehingga memudahkan udara masuk kedalam tanah.


Dengan kelebihannya diatas maka dalam aplikasinya humus bambu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah tanpa efek samping dengan aplikasi sebagai berikut :

1. Bisa dijadikan alternatif pupuk organik yang ramah lingkungan
2. Dapat dijadikan mulsa
3. Membantu percepatan fermentasi

Aplikasinya bisa langsung dicampur dengan tanah atau media tanam atau dicampur dengan pupuk kandang dan dilanjutkan sebagai proses pemupukan tanaman.

Demikian, semoga bermanfaat bagi para pecinta tanaman>


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com

Mengatasi Stress Pada Tanaman










Tulang saya ini sebenarnya tulang petani. Sejak kecil saya biasa ke sawah dan kebun nemani ayah saya nanam padi, kacang, buncis, terong, kopi dan cengkeh. Jadi dikit-dikit bertani masih ingat.

Seperti edisi waktu senggang bulan ini, saya isi dengan menggali lubang sekitar duapuluhan lubang buat bertanam dipekarangan.  Bagaimana memisahkan lapisan tanah atas dan bawah, bagaimana mengembalikannya lagi sebelum tanam.

Tadi pagi saya lihat, beberapa tunas baru mulai muncul. Karena bibit jambu aneka varietas dan dari berbagai daerah, ada yang langsung beradaptasi dengan tanah bandung dan ada yang masih stress, semoga saja jadi nornal.

Bicara stress, rupanya tanaman juga bisa stress. Stress pada tanaman bisa terjadi karena turun cangkok, turun polibag ke tanah, atau naik ukuran media tabulampot dan lain sebagainnya.

Stress terjadi saat tanaman berganti media, berganti suhu dan cuaca atau berganti lokasi. Pada intinya, ketika tanaman zona nyamannya terganggu.

Prilaku ini kok ya mirip-mirip manusia ya...saat phk melanda, saat dimutasi, saat harus pensiun, saat usaha tutup karena ppkm dan sebagainya...intinya saat zona nyaman terganggu bisa berakibat stress...

Karena stress terkait dengan perubahan, maka ilmu mengendalikan stress ini perlu dimiliki semua orang. Karena perubahan adalah hal yang abadi. Kesiapan menghadapi perubahan adalah skills paling penting yang harus dimiliki semua orang.

Nah bagaimana mengatasj stress akibat perubahan ekstrem ini....

Kalau ditanaman, ada namanya vitamin B1 sebagai pereda stress. Kuncinya ada diperakaran. Bagaimana saat stress yang menjadi fokus adalah perakaran. Agar beradaptasi dan segera bisa mencari dan mensuply batang dan daun agar tidak kering dan rontok...

Mungkin kalau dikita, vitamin B1 itu adalah keyakinan dan iman kita. Bahwa semua terjadi atas kehendak Allah. Pasti Allah memberikan sejuta hikmah atas peristiwa yang terjadi. Mengutuk, menyesali atau kemarahan atas apa yang terjadi tidak akan merubah keadaan. Ini sikap pertama yang harus diambil.

Berikutnya, menilah mana yang paling penting untuk dieksekusi. Bagi tanaman stress, yang paling penting akar bisa segera menopang aliran nutrisi batang dan daun.

Bagi kita yang memiliki tanggungan, berfokus bagaimana bisa menciptakan cash merupakan hal terpenting yang kedua. Ilmu creating cash. Tanpa cash dapur nggoling...

Bagaimana caranya, ya dicari sebisa mungkin dengan seribu akal, asal halal dan toyib. Mau dari efisiensi dengan hidup minimalis atau dengan cara-cara baru menciptakan aliran pendapatan.


Yang ketiga, tidak ada yang instan, harus siap dengan proses yang harus dilalui. Berjibaku dengan kesulitan dan hambatan. Berusaha menikmati prosesnya untuk jadi lebih baik lagi.

Enak ya nulisnya, njalaninnya setengah mati. Apalagi saat cash menipis, kalau tidak kuat iman bisa stress berkepanjangan. Kalau audah begini, tak ada tempat bersandar selain pada sandaran terkuat, Allah yang maha Ghony...

Dam jangan lupa, kalau hari ini bangun dan sehat, itu sudah anugerah nikmat yang luar biasa....dan ingat juga, sudah berapa banyak dan lama nikmat yang telah diberikan sepanjang usia kita...semoga bisa jadi hamba yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan...

Jadi Petani Milenial











Pagi-pagi biar badan fit saya bikin lubang galian buat nanam varietas jambu biji. Hari ini lebih 10 lubang samping rumah saya bikin dan sebagian varietas jambu saya tanam.

Jambu biji jenis kristal, siumik pala, farang, bangkok, getas merah, sukun merah dan bentar lagi jambu alas juga ada. Pada tahap awal ini hanya hoby saja biar tidak gabut dan ada gerak selama pandemi, sepertinya bertanam-tanam cocok buat aktifitas harian.

Saya pilih jambu, karena saya lihat secara akar lebih ramah bangunan, pohonnya tak terlalu tinggi dan yang penting ndak kenal musim. Sepertinya bisa jadi hoby yang menyenangkan.

Begitu juga hari ini, seneng banget bisa ngobrol dengan kawan-kawan Agree, sebuah aplikasi yang menghubungkan petani dengan buyer. Anak-anak petani milenial ini.

Problem petani hari ini ada tiga, pertama terkait akses pasar, kedua teknologi paska panen dan ketiga permodalan.

Akses pasar penting, karena banyak petani bisa bertani tapi tak bisa menjual hasil panennya, apalagi pas musim panen yang biasanya harga jatuh pada titik terendah.

Kedua, paska panen. Pada saat harga jatuh, petani tidak punya pilihan bagaimana mengolah hasil panen, sehingga dibiarkan membusuk saat harga jatuh.

Ketiga modal, biasanya petani punya uang saat panen raya, selebihnya dari pendapatan lain-lain. Ada banyak case keuangan petani kurang bagus, baik karena margin yang rendah maupun management yang buruk, sehingga terjebak hutang ke tengkulak atau rentenir.

Aplikasi agree mencoba mensolusi masalah itu. Semoga bisa memanfaatkan aplikasi ini, saya yakin banget, anak-anak muda ini nantinya bisa ngasih jalan yang smart buat para petani.

MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com


Terimakasih kang Hikmatullah Insan Purnama semoga sukses Agree nya dan menebar manfaat bagi banyak petani negeri yang subur ini...

Bibit Jambu Kristal Sertifikasi IPB















Jambu kristal adalah jambu unggulan yang dikembangkan di Taiwan dan menjadi komoditas utama pertanian disana. Hari ini, Taiwan adalah salah satu eksportir jambu kristal terbesar yang ekspornya merambah Amerika Serikat.

Jambu kristal diperkenalkan di Indonesia melalui kerjasama ICDF yang merukakan lembaga nirlaba Taiwan bekerjasama dengan IPB, Institut Pertanian Bogor dengan uji coba pada lahan petani disekitar Bogor.

Dari hasil kerjasama sekitar tahun 2004 tersebut, ternyata jambu kristal yang awalnya tidak mendapat pasar kini membesar dan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Ada dua jenis budidaya yang bisa dikembangkan dari jambu kristal, pertama dengan cara pengembangan yang dilakukan di Taiwan dengan menanam jambu kristal dengan jarak yang agak jauh, yaitu 2-3 meter. Namun, dalam perkembangan terkini, India dan Pakistan mengembangkan jambu kristal dengan jarak tanam yang sangat rapat, yaitu 1-1.5 meter dan ternyata cukup sukses.

Hari ini, seiring dengan bekembangnya kuliner rujak jambu, permintaan akan jambu kristal semakin besar. Ini menjadi potensi untuk dikembangkan dalam sekala bisnis.

Untuk mensuply hal tersebut, Tropika Bibit menyediakan bibit unggul langsung dari sertifikasi IPB, dengan harapan, keunggulan bibit dapat menjadi pemicu utama dari hasil yang optimal.


Bibit dapat dikebangkan dalam bentuk perkebunan, tabulampot maupun dengan cara ditanam di planter bag. Dengan bibit unggul diharapkan, bibit cepat berbuah dan memberikan hasil maksimal bagi pembudidaya buah.


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com

Jual Kascing Murah Bandung MK5

 













Kascing adalah singkatan dari bekas cacing. Kascing merupakan pupuk organik yang diolah dari kotoran cacing yang dibudidayakan untuk aneka kebutuhan. Dari kotoran hasil budidaya tersebut diolah sedemikian rupa sehingga sangat baik digunakan untuk pupuk organik.

Kascing mengandung zat hara dan nutrisi yang lengkap untuk pertumbuhan akar, dahan dan daun, sehingga sangat baik sebagai booster tanaman hias, tabulampot maupun tanaman perkebunan.

Kali ini, hadir pupuk organik kascing dengan kemasan 5 Kg yang dibudidayakan dari penangkaran cacing di Pangalengan. Kami menawarkan harga spesial persak hanyak Rp. 25.000 saja.


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com

Jual Bibit Buah Sertifikasi IPB Bogor


 

Suatu hari ayah saya menanam durian yang dibeli dari pedagang keliling. Begitu bagus cara menjualnya, yang itninya durian yang ia bawa adalah durian unggul dan genjah.

Kemudian, ayah saya membelinya, dan menanamnya dibelakang rumah. Hari berganti hari, minggu. bulan hingga tahun.

Sampai akhirnya durian itu berusia sekitar 5 tahun. Kami sekeluarga penasaran, kenapa durian ini lama banget buahnya, hingga suatu saat durian itu berbunga.

Kami terus menantikan harapan baru, bahwa kemudian durian itu dapat kami nikmati bersama. Dan memang benar, akhirnya durian itu tumbuh menjadi besar dan akhirnya masak.

Kami panen durian yang sudah masak dan kami peram nunggu biar tidak getah dan rasanya legit.

Dan waktu mencicipi akhirnya tiba....
Astaga, ternyata duriannya rasanya anyep alias ndak manis sama sekali. Sebagian ada yang busuk dan berulat...

***

Pengalaman pahit itu menjadi kenangan saya, bahwa kalau ingin berkebun, pilihlah bibit yang sudah teruji, apalagi telah tersertifikasi. Jangan tergiur dengan harga murah dan bualan penjual.

Dari situlah, saya sekarang kalau menanam buah, pertama yang saya pikirkan BIBIT, BIBIT dan BIBIT.


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com

Penggunaan Kascing untuk Pembibitan Tanaman











Aplikasi kascing pada pembibitan tanaman baik buah ataupun tanaman kebun lainnya dapat diaplikasikan dengan cara sebagai berikut :

1. Untuk aplikasi pebibitan, maka tahap pertama adalah mencari tanah yang subur atau top soil/tanah bagian permukaan atas

2. Siapkan pupuk kascing organil

3. Pencampuran antara tanah sebagai bahan pembibitan dengan komposisi tanah : kascing adalah 1:1

4. Setelah proses pencampuran, beri waktu pengendapan secukupnya dan selanjutnya sudah bisa langsung diaplikasikan untuk pembibitan


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com

Manfaay Kascing Pupuk Organik Bagi Tanaman











Pupuk organik kascing atau sering disebut dengan vermicompst adalah meningkatkan kesuburan tanah agar menjadi media yang subur dengan banyak kandungan zat hara senhingga mampu memacu produktivitas tanaman, baik dari sisi perkembangan akar, buah dan daun.

Kascing yang merupakan pupuk organik yang diolah dari kotoran cacing memiliki unsur hara yang lengkap meliputi :

a. Kaya Enzim & Hormon
Kascing mengandung enzim dan hormon serta organisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman

b. Kaya Gizi Hara
Kascing memiliki kandungan gizi tinggi sehingga membuat kelopak bunga lebih tebal, lebih kuat, lebih indah, daun mengkilap dan dahan yang kokoh

c. Pupuk Cair & Insentisida
Dengan pencampuran air akan menjadi pupuk organik cair dan insektisida organik tanaman yang bermanfaat bagi kesuburan.

Selain banyak manfaatnya bagi tanaman, kascing dapat diaplikasikan untuk semua tanaman dan proses pekebunan, dengan rincian aplikasi sebagai berikut.

1. Pembibitan Tanaman
2. Pertanian
3. Perkebunan
4. Tanaman Hias
5. Tanaman Sayuran
6. Tanaman Buah
7. Tanaman Hobies

Dengan demikian, kascing selain sebagai solusi lingkungan juga mampu memberikan manfaat besar bagi pertanian organik yang sekarang sedang digalakkan.


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com


Jual Pupuk Kascing Bandung Organik MK5












Pupuk kascing adalah pupuk yang terbuat dari kotoran cacing yang diternakkan. Sebagaimana diketahui, cacing memberikan manfaat banyak bagi kehidupan kita, baik untuk pelet, protein sampai untuk bahan kosmetik.

Hasil dari penangkaran cacing didapatkan kotoran cacing yang melimpah. Dari kotoran cacing ini kemudian diolah sedemikian rupa untuk dijadikan pupuk organik baik untuk tanaman hias, tabulampot maupun untuk tanaman perkebunan.

Dari hasil riset dan praktek dilapangan, pupuk kascing telah memberikan dampak kesuburan dan produktifitas baik dari sisi akar, buah dan daun yang luar biasa bagi tanaman.

Pupuk kascing ini telah diolah dengan modern dan dikemas rapi sehingga memudahkan para hobies dan pekebun dapat memanfaatkannya sebagai booster tanaman.

Untuk membantu para pekebun, Mrajak menjual pupuk kascing dengan berlokasi di Bandung dengan proses produksi yang berkualitas dan telah terbukti meningkatkan hasil tanaman tabulampot, tanaman hobies dan perkebunan.

Kascing yang kami produksi dengan bobot sekitar 5 kg yang dikemas dengan plastik yang aman untuk dikirimkan ke para pekebun. Kami dengan senang hati membantu para pecinta tabulampot dan tanaman hias agar mendapatkan hasil yang diinginkannya.


MRAJAK
Urban Farmer Partner
Pesan : 085871285543
www.mrajak.com